Bagaimana Cara Membuat Konten Artikel yang Bagus?

Cara Membuat Konten Artikel yang Bagus

Untuk sebagian Blogger pemula, mungkin mereka kerap kali terkendala perihal Bagaimana Cara Membuat Artikel yang Bagus? Jika ini adalah masalah yang kalian hadapi, rasanya kalian berkunjung pada artikel yang tepat.

Ada banyak sekali faktor yang membuat sebuah artikel memiliki nilai “bagus” didalamnya. Baik itu dari gaya bahasa, isi dari artikel, atau bahkan penjelasan tentang artikel yang dibuat.

Faktor bagus yang ada di judul sebenarnya mempengaruhi beberapa faktor. Yakni bagus dimata Google, serta bagus dimata pengunjung blog kalian.

“kan tinggal buat artikel aja yang banyak, toh nanti ke index dengan sendirinya”
“artikel yang bagus tuh cenderung kearah jumlah kata yang banyak, pengunjung nanti bosen”

Kira-kira seperti itulah pernyataan yang sering dibayangkan para Blogger, ketika membaca judul Artikel yang Bagus. Padahal, ada Strategi yang bisa digunakan, agar konten yang kalian buat bisa terlihat menjual. Apa aja sih?

Isi Artikel Relevan dengan Judul

Pernah lihat sebuah judul yang sangat menarik perhatian namun ketika di kunjungi, isinya gak nyambung? Tentunya kamu pernah menemukan hal seperti ini.

Ketika membuat Artikel, usahakan kamu bisa konsisten membahas apa yang memang menjadi judul artikelmu. Kenapa begitu?

Sederhananya, jika kalian membuat artikel yang tidak relevan atau tidak sesuai dengan judul, ini bisa membuat pengunjung langsung pergi meninggalkan laman artikel kalian. Hasilnya? Angka Bounce Rate pada blog kalian akan meningkat drastis!

Nah, untuk bisa membuat konten atau isi artikel yang relevan, kamu harus terlebih dahulu memahami topik atau garis besar dari judul yang kamu buat. Terlebih, kamu bisa menguasainya. Biar gak ada misslead ataupun ketidaknyambungan pada artikelmu.

Menggunakan Nada Pembicaraan dalam Artikel

Coba deh, kalau mungkin kamu membaca banyak artikel dengan menggunakan bahasa yang baku, ada beberapa kemungkinan yang dialami pembaca. Seperti :

  1. Terlihat Monoton
  2. Sulit untuk dipahami (akibat bahasa yang terlalu baku atau formal)
  3. Sulit mendapatkan poin penting dari artikel

Dalam dunia copywriting, teknik creative writing sangat dibutuhkan, lho. Karena, kamu harus bisa memberikan value, dan membuat artikel yang menjual. Tentunya dengan membuat sebuah keterkaitan antara pembaca dan penulis, lewat sebuah artikel.

Kamu bisa gunakan bahasa sehari-hari mu dalam berbicara, anggap saja ketika membuat artikel, kamu ini sedang ngobrol dengan personal lain, secara serius.

Meskipun begitu, unsur formalitas dalam membuat artikel masih berperan penting juga. Gak semua kalimat dalam artikelmu bisa sembarang menggunakan gaya bahasmu sehari-hari.

Memberikan Value atau Penjelasan pada Artikel

Ketika membuat sebuah konten, usahakan kamu bisa memberikan penjelasan secara detail, dari apa yang kamu tulis di artikelmu.

Jangan terlalu fokus untuk menjelaskan sebuah topik, namun berikan sebuah harapan besar kepada pembaca dalam melihat artikelmu. Kamu bisa menggunakan teknik “make your customer is hero”. Maksudnya apa sih?

Begini, ketika kamu membuat artikel (misal : review produk) jangan terlalu fokus untuk menonjolkan poin produk ini paling baik, produk ini paling bagus, dan segala macamnya. Namun, kamu bisa mengganti kalimat tersebut dengan jika menggunakan produk ini, anda bisa …

Kamu bisa memberikan sebuah gambaran yang baik kepada pembacamu. Tentunya selain membuat pembaca merasa kebutuhan jawabannya terpenuhi, mereka pun bisa mengetahui value dari artikel yang kamu buat.

Menggunakan Struktur Artikel yang Baik

Terakhir, kamu bisa mengatur struktur atau outline pada sebuah artikel. Kamu bisa melakukan analisa secara mendalam tentang sebuah topik. Semisal, saya akan menuliskan tentang Cara Root Android.

Nah, struktur yang saya gunakan biasanya ada pada 5W + 1H, ataupun dengan menggunakan beberapa Sub heading (H2) yang mendukung Heading 1 (H1), misal :

  • Topik : Cara Root Android (H1)
  • Struktur : 
    • Apa itu Root? (H2)
      • Keuntungan dari Root (H3)
      • Kerugian dari Root (H3)
    • Cara Root (H2)
      • Menggunakan Komputer / Laptop (H3)
      • Tanpa Komputer / Laptop (H3)
  • Kesimpulan (H2)

Tentunya akan ada banyak banget topik yang bisa kamu akarkan dari sebuah Sub Heading (H2) yang kamu gunakan. Untuk itulah, kamu mesti tau dulu, kira-kira apa saja yang dicari pembaca selain Cara Root Android.

Catatan :

  • H1 : Judul
  • H2 : Sub Judul yang mendeskripsikan H1
  • H3 : Sub-Sub judul yang mendukung penjelasan dari H2

Dengan struktur diatas, yang tadinya pembaca fokus mencari cara root, akhirnya mereka mengetahui lebih tentang kelebihan, kekurangan, root menggunakan komputer / laptop, atau root tanpa menggunakan komputer / laptop. Keren kan?

Nah, setelah memahami beberapa poin diatas mengenai cara membuat konten artikel yang baik, kamu bisa coba untuk praktek pelan-pelan, dalam menerapkan teknik ini. Semangat!